"Dengan pencerdasan, calon jamaah itu yang sebagai pembeli itu jangan sampai beli kucing dalam karung. Jadi mereka harus tau betul, mulai waktunya, hotelnya harus jelas, dan harus tau hak dan kewajiban," jelas Marwiyah.
Kaltrabu Indah sangat menekankan kemandirian dan kecerdasan calon jamaah. Makanya dalam setiap manasik haji intensif dilatih kedisiplinan. Salah satunya melatih kedisiplinan jadwal naik turun bus saat manasik.
"Kami ingin saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah nanti mereka sudah terlatih dan tidak bingung lagi mulai naik turun bus," imbuh Marwiyah.
Manasik haji intensif juga dimaksudkan untuk penyegaran, memberi informasi tentang program, tentang keberangkatan, serta simulasi ibadah haji di Mesjid Jami Sungai Jingah. Juga untuk memberi gambaran tentang keadaan saat melaksanakan ibadah haji.
Di PT Kaltrabu Indah sendiri kini sudah terdapat 1.002 calon jamaah yang masuk daftar tunggu. Calon jamaah yang baru mendaftar (per 7 Agustus 2015), dijadwalkan berangkat 2021 mendatang. Dengan kata lain, daftar tunggu hingga berangkat selama 5 tahun.
Dibanding haji reguler yang dikelola langsung pemerintah, tentu waktu tunggu haji khusus yang dikelola swasta lebih pendek. Untuk calon jamaah haji regular yang baru mendaftar dijadwalkan berangkat 24 tahun kedepan. Ini sebanding dengan ongkos haji khusus di kisaran Rp120 jutaan, sementara haji reguler Rp30 jutaan. ***
