PUNYA uang banyak belum jaminan bakal meringankan langkah menuju Baitullah. Faktanya, masih banyak orang kaya yang bahkan hingga ajalnya tiba, belum pernah menunaikan ibadah haji.

Karenanya, berangkat menunaikan rukun Islam kelima ke Makkah Al-Mukarramah, dengan tawaf di Ka'bah dan menjalankan ritual ibadah haji lainnya, tampaknya sangat tergantung dengan Anugerah Allah Subhanahuwata'ala. 

"Keberangkatan kita ini karena dianugerahkan oleh Allah. Jadi bukan karena banyak uang. Allah lah yang memanggil orang-orang beriman untuk datang," tutur Drs KH Ahmad Husaini HA M.Fil,I dalam tausiyahnya di hadapan calon jamaah haji khusus Kaltrabu Indah di Hotel Palm Banjarmasin, Sabtu (26/3/2016).

Pada manasik haji khusus bertema Hikmah Berhaji tersebut, adik kandung KH Husin Nafarin Lc ini juga mengatakan jika Ka'bah merupakan sentral spiritual ummat manusia. Tatacara beribadah haji juga harus mengikuti Sunnah Rasulullah.

KH Ahmad Husaini juga menekankan jika perjalanan ibadah haji bukanlah perjalanan biasa, apalagi dianggap sebagai perjalanan wisata. Keberangkatan ke Makkah demi memenuhi panggilan Allah. 

"Ini perjalanan ibadah haji, bukan untuk wisata, bukan untuk shopping. Keberangkatan kita ini harus benar-benar karena Allah, untuk memenuhi panggilan Allah," jelasnya. 

KH Ahmad Husaini juga meminta kepada para calon jamaah haji khusus agar mulai sekarang mendisiplinkan shalat wajib 5 waktu berjamaah di Masjid.

"Mulai dari sekarang kita harus mendisiplinkan shalat wajib 5 waktu berjamaah di Masjid terdekat di kampung kita. Biar di sana nanti sudah terbiasa, jadi harus kita lakukan dari sekarag," pinta pembimbing haji khusus Kaltrabu ini.

Selain mendisiplinkan shalat berjamaah, calon jamaah haji khusus juga diharapkan membiasakan menambah shalat-shalat sunnah. Ini semua dilakukan agar mendapat haji mabrur seperti yang didambakan. ***